Jumat, 19 Februari 2010

Lumba Lumba Merah Jambu

Selasa
Pagi ....................
Siangnya..........
Havi terlihat membawa selembar kertas cover kliping
Kertas itu berpenampilan menarik.......
Memiki border berwarna ungu.
Ohhhh............
Adek datang sambil bertanya.....
pertanyaan itu terdengar seperti basa basi.
" Havi... itu cover di print dimana? " Kata Adek.
Havi menjawab " Di rumah saya " jawab Havi terengah-engah menahan nafas.
Seperti disambar petir.
Adek melanjutkan pertanyaannya.
" Adek boleh ikutan nge print nggak?" Tanyanya lagi.
Havi makin sesak, seperti akan meledak.
" Ohh tentu " katanya.
Memang hanya sepotong kata, karena Havi sudah tidak sanggup bicara.
" Oke nanti Adek kasiin Flashdisknya ke Havi!" Kata Adek begitu penuh semangat dan bersahabat.
Havi hanya mengangguk.
Keesokan harinya seperti yang dijanjikan Adek memberikan Flashdisk nya ke Havi.
FD dengan mainan Lumba Lumba berwarna biru.
Terbuat dari bahan sejenis kain.
Ya menunjukan identitas perempuan.
Sepulang sekolah, Havi langsung mencoba flashdisk yang tadi Adek berikan.
Tidak sengaja ia telah memeriksa seluruh direktory FD.
Disana ia temukan banyak lagu.
Dan yang terpenting adalah janjinya.
Selembar cover tugas yang diberikan guru bahasa Indonesia kami.
Dari siang sampai malam ia hanya duduk di depan komputer yang yadi sudah dicolok FDnya Adek.
Semua lagu yang ada disana sudah menyihirnya.
Tak terasa hari sudah beranjak malam.
Malam itu ia bekerja begitu keras untuk mendapatkan hasil print terbaik.
Ya.......
Untuk Adek.
Dua puluh tujuh kali ia mencoba.
Dan Akhirnya ia dapatkan.
Dapatkan hasil terbaik.
Hanya untuk Adek.
Selesai pukul sebelas malam.
Semua orang dirumahnya sudah tidur.
Tinggal ia bersama flashdisk yang begitu wangi.
Ya ia mencium baunya.
Begitu wangi.
Lembut.
Tak ia lepaskan flashdisk Lumba lumba itu.
Ditengah gelapnya malam.
Ia melihat flashdisk yang tadinya biru.
Sekarang berwarna merah jambu.
Yahh...
Begitu indah.
Dieluskan Lumba lumba itu ke pipinya hingga akhirnya ia tertidur.
Esok hari yang begitu ia nanti akhirnya datang.
Flashdisk tadi.
Berpulang ke pemiliknya
Pemilik yang Havi kagumi.
Hari itulah percakapan Havi dan Adek begitu akrab.
Adek terlihat sangat senang dengan yang terbaik dari Havi.
Yah................
Flashdisk.
Membuat Havi buta warna.
Mereka terlihat begitu bersahabat yang kemudian harus berakhir karena bel pulang!!!!!!

Sabtu, 06 Februari 2010

Kunang-kunang

Cendekia.
Sebuah sekolah bergengsi mengirimkan undangannya ke SMP Havi.
Havi dan kawan kawan digemparkan dengan itu.
Para guru segera berdiskusi.
Mereka memilih siapa yang akan diutus.
Ya.....
diutus untuk di test.
di test untuk sekolah disana.
Disana begitu jauh.
Begitu dingin.
Guru akhirnya memilih Havi, Adek, Ryan, Metha, Dila, Icha, Rahmi, dan Ofi untuk mengikuti test.
Mereka berangkat.
Dengan mobil DPRD.
Tawaran yang bagus, karena kami katanya akan didanai pemerintah daerah untuk sekolah disana.
Havi begitu semangat.
Sepanjang Adek ikut tampaknya ia akan tetap semangat.
Sepanjang perjalanan tak sepatah katapun keluar dari Adek kepadanya.
Tidak membuat Havi sedih.
Kalaupun Adek bicara kepadanya, ia akan susah meladeninya.
Hari pertama test!!!!!!!!!!!!!
Lancar.
Hari kedua test!!!!!!!!!!!!!
Lumayan bagus!
Malamnya...................................
Setelah test agama, mereka bersama berdiskusi diluar kelas.
Disanalah Havi dapat bicara dengan Adek.
Satu yang tidak dapat Havi lupakan.
Kunang-kunang.
Begitu indah........
Malam itu Havi bicara dengan Adek.....
diiringi dengan indahnya kunang-kunang.
Walaupun mereka hanya membicarakan hal yang biasa.
Membicarakan soal test.
Malam itu satu jam terasa semenit.
Dua jam mereka bicara.
Itu harus berakhir.
Karena mereka harus kembali ke asrama.
Semuanya harus tidur.
Tidur dalam kedinginan.
Badai kencang.
Bayangan pembicaraan tadi membuat Havi begitu hangat.
Malam itu suhu mencapai -7 derajat.
Kunang-kunang.
Indahnya malam.................
Tak akan Havi lupakan.

Kamis, 14 Januari 2010

Story Telling

Dua tahun sudah berlalu semenjak Havi dan Adek berkenalan
Tidak terlihat tanda dari keduanya
Mereka saling asyik dengan kegiatanya sendiri.
Tapi kata itu sepertinya tidak tepat untuk Havi
yaahhh....
Walau tidak ada yang tau
Havi mulai menyukai Adek
Walau rasa suka itu hanya rasa ingin menjadi teman baik.
Tapi Havi tidak tau harus mulai dari mana.
Havi merasa dirinya tak lebih dari seseorang yang berkemampuan rendah.
Banyak hal yang ia tak miliki.
Sedangkan Adek.......
semua tau, ia wanita paling smart.
Anggapan yang begitu membuat havi semakin pesimis.
Namun beberapa bulan setelah pelaksanaan olimpiade,
Diadakan lomba Story Telling , Bu Leni guru Bahasa inggris menawarkan hal tersebut ke kelas Havi.
Semua mata tertuju kepada Adek, Sang jagoan Bahasa Inggris. Dan juga sintchi ( Juga Pintar ).
Kemudian Bu Leni mengatakan bahwa dituntut adanya satu siswa  perempuan dan satu siswa laki laki.
Untuk itu semua orang boleh mendaftar untuk diseleksi ulang sebagai perwakilan sekolah.
Dengan cepat Havi mengacungkan tangan, karena ia pikir inilah cara yang tepat untuk memulai.
Memulai persahabatan yang baik.
Semua orang terlihat keberatan dengan acungan tangan Havi,
Tapi Ia tidak menghiraukanya.
Sekejap Bu Leni mencatat nama Havi Adek dan Sintchi, kemudian mengatakan kepada mereka agar memilih sendiri text naratif yang akan diperlombakan karena peserta yang baru saja dipilih, akan diseleksi kembali dengan menampilkan bakatnya di hadapan guru pembimbing.
Havi begitu bersemangat, ia mencoba sekuat tenaga agar dapat ikut serta.
Itu karena ia tau bahwa Adek pasti akan terpilih sebagai perwakilan sekolah.
Dan.....
Semangat Havi itu membuahkan hasil, Havi juga terpilih menjadi perwakilan dari sekolah.
Sebagai perwakilan, mereka setiap hari dilatih bersama.
Namun semangat itu hanya bertepuk sebelah tangan, Adek terlihat sangat tidak acuh.
Sehingga tak ada interaksi dari keduanya.
Dan hari perlombaanpun datang, Havi mendapat giliran tampil lebih dulu.
Havi mencoba tampil maksimal, dan ternyata usahanya tidak sia-sia.
Usai penampilannya semua orang bertepuk tangan.
Dan yang paling penting, satu kata dari Adek yang tidak terlupakan.
" Selamat ya Havi " kata adek sambil menyalami tangan Havi.
Dan berikutnya giliran Adek.
Tentunya ia tampil sangat baik.
Itu terbukti dari partisipasi penontong yang dengan seksama menyimaknya.
semua orang bertepuk tangan setelah penampilanya.
Kemudian, mereka dengan sabar menunggu untuk pengumuman juara.
Sampai akhirnya.... pukul delapan malam
Diumumkan bahwa Adek adalah pemenang utama.
Havi sangat senang dengan hal itu.
Tapi satu hal yang membuat Havi lebih gembira adalah.......
Ia juga mendapatkan kemenangan kategori peserta laki laki..........
kemenangan itu begitu manis.
Story Telling takkan terlupakan
^_^