Selasa
Pagi ....................
Siangnya..........
Havi terlihat membawa selembar kertas cover kliping
Kertas itu berpenampilan menarik.......
Memiki border berwarna ungu.
Ohhhh............
Adek datang sambil bertanya.....
pertanyaan itu terdengar seperti basa basi.
" Havi... itu cover di print dimana? " Kata Adek.
Havi menjawab " Di rumah saya " jawab Havi terengah-engah menahan nafas.
Seperti disambar petir.
Adek melanjutkan pertanyaannya.
" Adek boleh ikutan nge print nggak?" Tanyanya lagi.
Havi makin sesak, seperti akan meledak.
" Ohh tentu " katanya.
Memang hanya sepotong kata, karena Havi sudah tidak sanggup bicara.
" Oke nanti Adek kasiin Flashdisknya ke Havi!" Kata Adek begitu penuh semangat dan bersahabat.
Havi hanya mengangguk.
Keesokan harinya seperti yang dijanjikan Adek memberikan Flashdisk nya ke Havi.
FD dengan mainan Lumba Lumba berwarna biru.
Terbuat dari bahan sejenis kain.
Ya menunjukan identitas perempuan.
Sepulang sekolah, Havi langsung mencoba flashdisk yang tadi Adek berikan.
Tidak sengaja ia telah memeriksa seluruh direktory FD.
Disana ia temukan banyak lagu.
Dan yang terpenting adalah janjinya.
Selembar cover tugas yang diberikan guru bahasa Indonesia kami.
Dari siang sampai malam ia hanya duduk di depan komputer yang yadi sudah dicolok FDnya Adek.
Semua lagu yang ada disana sudah menyihirnya.
Tak terasa hari sudah beranjak malam.
Malam itu ia bekerja begitu keras untuk mendapatkan hasil print terbaik.
Ya.......
Untuk Adek.
Dua puluh tujuh kali ia mencoba.
Dan Akhirnya ia dapatkan.
Dapatkan hasil terbaik.
Hanya untuk Adek.
Selesai pukul sebelas malam.
Semua orang dirumahnya sudah tidur.
Tinggal ia bersama flashdisk yang begitu wangi.
Ya ia mencium baunya.
Begitu wangi.
Lembut.
Tak ia lepaskan flashdisk Lumba lumba itu.
Ditengah gelapnya malam.
Ia melihat flashdisk yang tadinya biru.
Sekarang berwarna merah jambu.
Yahh...
Begitu indah.
Dieluskan Lumba lumba itu ke pipinya hingga akhirnya ia tertidur.
Esok hari yang begitu ia nanti akhirnya datang.
Flashdisk tadi.
Berpulang ke pemiliknya
Pemilik yang Havi kagumi.
Hari itulah percakapan Havi dan Adek begitu akrab.
Adek terlihat sangat senang dengan yang terbaik dari Havi.
Yah................
Flashdisk.
Membuat Havi buta warna.
Mereka terlihat begitu bersahabat yang kemudian harus berakhir karena bel pulang!!!!!!
Jumat, 19 Februari 2010
Sabtu, 06 Februari 2010
Kunang-kunang
Cendekia.
Sebuah sekolah bergengsi mengirimkan undangannya ke SMP Havi.
Havi dan kawan kawan digemparkan dengan itu.
Para guru segera berdiskusi.
Mereka memilih siapa yang akan diutus.
Ya.....
diutus untuk di test.
di test untuk sekolah disana.
Disana begitu jauh.
Begitu dingin.
Guru akhirnya memilih Havi, Adek, Ryan, Metha, Dila, Icha, Rahmi, dan Ofi untuk mengikuti test.
Mereka berangkat.
Dengan mobil DPRD.
Tawaran yang bagus, karena kami katanya akan didanai pemerintah daerah untuk sekolah disana.
Havi begitu semangat.
Sepanjang Adek ikut tampaknya ia akan tetap semangat.
Sepanjang perjalanan tak sepatah katapun keluar dari Adek kepadanya.
Tidak membuat Havi sedih.
Kalaupun Adek bicara kepadanya, ia akan susah meladeninya.
Hari pertama test!!!!!!!!!!!!!
Lancar.
Hari kedua test!!!!!!!!!!!!!
Lumayan bagus!
Malamnya...................................
Setelah test agama, mereka bersama berdiskusi diluar kelas.
Disanalah Havi dapat bicara dengan Adek.
Satu yang tidak dapat Havi lupakan.
Kunang-kunang.
Begitu indah........
Malam itu Havi bicara dengan Adek.....
diiringi dengan indahnya kunang-kunang.
Walaupun mereka hanya membicarakan hal yang biasa.
Membicarakan soal test.
Malam itu satu jam terasa semenit.
Dua jam mereka bicara.
Itu harus berakhir.
Karena mereka harus kembali ke asrama.
Semuanya harus tidur.
Tidur dalam kedinginan.
Badai kencang.
Bayangan pembicaraan tadi membuat Havi begitu hangat.
Malam itu suhu mencapai -7 derajat.
Kunang-kunang.
Indahnya malam.................
Tak akan Havi lupakan.
Sebuah sekolah bergengsi mengirimkan undangannya ke SMP Havi.
Havi dan kawan kawan digemparkan dengan itu.
Para guru segera berdiskusi.
Mereka memilih siapa yang akan diutus.
Ya.....
diutus untuk di test.
di test untuk sekolah disana.
Disana begitu jauh.
Begitu dingin.
Guru akhirnya memilih Havi, Adek, Ryan, Metha, Dila, Icha, Rahmi, dan Ofi untuk mengikuti test.
Mereka berangkat.
Dengan mobil DPRD.
Tawaran yang bagus, karena kami katanya akan didanai pemerintah daerah untuk sekolah disana.
Havi begitu semangat.
Sepanjang Adek ikut tampaknya ia akan tetap semangat.
Sepanjang perjalanan tak sepatah katapun keluar dari Adek kepadanya.
Tidak membuat Havi sedih.
Kalaupun Adek bicara kepadanya, ia akan susah meladeninya.
Hari pertama test!!!!!!!!!!!!!
Lancar.
Hari kedua test!!!!!!!!!!!!!
Lumayan bagus!
Malamnya...................................
Setelah test agama, mereka bersama berdiskusi diluar kelas.
Disanalah Havi dapat bicara dengan Adek.
Satu yang tidak dapat Havi lupakan.
Kunang-kunang.
Begitu indah........
Malam itu Havi bicara dengan Adek.....
diiringi dengan indahnya kunang-kunang.
Walaupun mereka hanya membicarakan hal yang biasa.
Membicarakan soal test.
Malam itu satu jam terasa semenit.
Dua jam mereka bicara.
Itu harus berakhir.
Karena mereka harus kembali ke asrama.
Semuanya harus tidur.
Tidur dalam kedinginan.
Badai kencang.
Bayangan pembicaraan tadi membuat Havi begitu hangat.
Malam itu suhu mencapai -7 derajat.
Kunang-kunang.
Indahnya malam.................
Tak akan Havi lupakan.
Langganan:
Postingan (Atom)


